Sadari semua, manusia makhluk tercipta tuk saling bisa jalani hidup ini bersama
Thursday, 6 November 2014
Friday, 17 October 2014
3 Pilar modal untuk jadi penulis
Hari ini terasa sulit sekali untuk menuliskan tentang sesuatu yang ada di pikiranku.. entahlah, tiba-tiba ada sebuah kalimat yang menggangu pagi ini, tepatnya setelah membaca sebuah artikel di blog tetangga. artikelnya tidak terlalu panjang tapi cukup membuatku berpikir panjang..
penyajian dengan teknik.
ini juga kalimat yang membuatku menyesal, dulu ketika banyak acara pelatihan kepenulisan aku males-malesan ikut, sok sibuk. uuggh.. :O
Itulah 3 PiLar yang sekarang menjadi PR besar buat meniti karir di dunia kepenulisan.
Mari Membaca Mari Meulis :)
selama ini aku bangga sekali bisa berimajinasi dan rutin menulis blog, apa saja di tulis bahkan hal yang tidak penting. yang penting rajin nulis dulu, pikirku.
dulu, waktu aku masih aktif di sebuah organisasi yang sarat sekali dengan aktivitas tulis-menulis malah aku nyaris tidak pernah menulis, kalo tidak ada tugas wawancara dan harus menerbitkan buletin. aku nyaris berdiam diri tidak membuat jemariku lentik di atas keyboard. padahal. tentu saja aku bisa membawa buku kemana-mana, dan menuliskan apa saja. tapi entahlah enggan sekali melakukan hal itu. Dalam pandanganku orang yang sok nulis dimana-mana itu sok keren. haha
Hari ini imajinasiku diobrak-abrik rasanya, ingin segera di restart sebelum terlambat dan berlarut-larut.
di cek kembali apakah imijinasiku bekerja dengan baik, apakah ia beroperasi dengan optimal.
itu pertanyaan yang tiba-tiba membayangiku selama mataku cermat melihat kata demi kata yang kemudian dengan otomatis membuat bibirku komat kamit membaca tiap kata yang terangkai menjadi kalimat dan kemudian membentuk satu kesatun formasi dalam paragraf.
sekali lagi aku sampaikan artikel itu tidak terlalu panjang tapi berhasil membuatku berpikir panjang.
Mungkin sudah mulai nampak berkembang embrio untuk jadi penulis hebat didalam diriku, makanya aku tersentuh dan merasa jleb-jleb banget sama isi dari artikel itu :D :P
imajinasi itu butuh pengetahuan.
itu kalimat yang membuatku berpikir lebih mendalam.
sebagai calon penulis hebat rasa-rasanya memang masih banyak sekali sumber bacaan yang belum ku baca. karena dengan membacalah aku menemukan pengetahuan.
sistematika berpikir.
ini kalimat kedua yang mengakibatkan aku merasa bersalah sekali telah menulis ribuan kata yang rancu dan tak beraturan.
penyajian dengan teknik.
ini juga kalimat yang membuatku menyesal, dulu ketika banyak acara pelatihan kepenulisan aku males-malesan ikut, sok sibuk. uuggh.. :O
Itulah 3 PiLar yang sekarang menjadi PR besar buat meniti karir di dunia kepenulisan.
Mari Membaca Mari Meulis :)
Friday, 26 September 2014
Kita adalah Mendung
Thursday, 11 September 2014
aku dan dunia uang
Semakin hari, semakin gedhe, semakin banyak kebutuhan yang menerjang dan semakin banyak pula keinginan yang hendak di penuhi.. hahaha..
mungkin bagai saya selaku perempuan berumur 22 tahun, semakin sulit membedakan antara keinginan dengan kebutuhan.. uups, terlalu fulgar jika di istilahkan semacam itu. maksudnya.. beberapa hal yang dulu hanya sekedar menjadi keinginan, kini berubah menjadi kebutuhan. dan hal itu tidak dapat dipungkiri lagi. wkwkkwkw..
contohnya apa?
hhemm.. sebut saja "bedak, foundation, dan farfum"
dulu, semua itu sama sekali tidak melekat didiri saya.. jangankan menjadikannya kebutuhan, memikirkannya saja saya enggan sekali..
dikarenakan sudah semakin terhimpit oleh kebutuhan dan keinginan yang menjadi kebutuhan serta kolaborasi keduanya.. memaksa saya untuk berpikir bagaimana cara pemenuhannya.. ditambah sekarang udah berumur 20 tahun keatas.. haha.. yang menurut asumsi yang berlaku.. anak seusia saya sudah harus bisa menghasilkan uang. yaaaa itung-itung belajar menafkahi diri sendiri sebelum lepas dari orang tuaa.. hhaaayyeeee.. ngeri saya jadinyaa :p
sudah banyak hal sebenernya yang udah aku lakukan.. yaa sebagai bentuk usaha supaya bisa dipercaya sebagai perempuan 22 tahun yang sudah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri ajaa. hahha
sebagai mahasiswa yang mengenyam dan menggeluti pendidikan dibidang kependidikan tepatnya pendidikan fisika, jelas saja aku punya tanggungjawab akademik, moral dan intelektual... (ciiaa bahasanyaa.. gileee..) terhadap pendidikan yang aku tempuh. yaa paling tidak aku bisa menyelesaikan soal-sola fisika, meskipun nggak semua soal bisa terpecahkan. hihiihii..
bukan bermaksud menjaid tenaga pendidikan yang matrelialistis ataupun pendidikan yang tidak mengedepankan panggilan jiwa untuk menyalurkan ilmu. sekarang ini bicara soal realita saja. hahhaa.. guru juga butuh makan, butuh bensin, dan buku buku. sayangnya semua itu harus diperoleh melalui uang. yang kemudian hal itu memotivasi guru untuk giat mengajar eh giat mengais uang di sekolah dink. hahaha.. mulai dari jualan buku, ngeles privat sampai dengan berdagang apa saja di sekolah.. uugghh lalala... kehidupan semakin terlihat keras. huft, :/
menurut penjabaran di atas. aku adalah salah satu calon guru yang memulai karier dengan mengajar les private dari rumah ke rumah.. sebut saja sales ilmu. saya menjual jasa membantu anak-anak yang butuh bantuan dalam menyelesaiakn soal hitungan. hihihii.. #lumayan, setidaknya honor dari les private bisa buat beli sepatu haikheels :p
kemudian aku sempat jadi ustadzah di SMP IT sebagai pengajar ekstra fisika.. hhaaa..
panggil saya "Mba karin" saja jangan "ustazdah".. berat di telinga :p
aahh, usaha saya tidak berhenti sampai disini saja.. perjuangan untuk mendapatkan predikat sebagai "perempuan beranjak dewasa yg bisa menolong diri sendiri" belum usai..
usaha lain yang ku lakukan adalah.. aku menjual buku.. buku apa saja yang menjadi kebutuhan.. pelangganku yaa.. ku paksa saja teman2ku untuk membeli buku. hahaa :D
aku sangat menikmati pekerjaan yang satu ini, tidak ada alasan lain selain karena aku memang suka sekali dengan dunia buku.. mengapa aku memutuskan untuk menggelutinya jugaa, yaaa karena aku suka. sungguh aku suka...
dan aku juga hobii sekali untuk mengunjungi toko-toko buku, liat-liat sambil sholawat biar suatu saat nanti aku punya toko buku sendiri. Aamiin.. terlepas dari semua itu, kesukaannku mengunjungi toko buku karenaa. kareennaaaa.. Aroma buku di sana itu lhooo.. hahaha.. bikin hati galau jadi sembuh. sumpah! ini beneran dan kisah nyata, bahkan sering sekali aku kalo lagi galau obatnya yaa jalan-jalan ke toko buku. sendirian. sulit ku deskripsikan memang bagaiman aroma itu menggelitik hidungku dan kemudian meracuni otakku untuk sesegeran mungkin bangkit dari galau, sesegera mungkin semangat dan seneng lagi.. gileee.. aah, begitulah. setiap orang punya caranya masing-masing bukan.
#jika anda tidak mendapati saya di kediaman saya berhari-hari, mungkin saya sedang bermalam disalah satu toko buku" :O :P
dengan dalih bahwa saya adalah mahasiswa yang mendedikasikan diri untuk almamater dan demi rasa nasionalisme saya kepada almamater serta sebagai bentuk terimakasih saya kepada almamater.. saya memutuskan untuk mendaftar dan membuat lamaran pekerjaan serta dengan ikhlas membeberkan diri saya melalui CV kepada pihak kampus untuk menjadi "babu" kampus. hahahha...
dan hal itu masih sampai sekarang sii,
aku bekerja disalah satu bidang birokrasi kampus. namanya "SIMERU". tau? pasti nggak tau kalo nggak kuliah di kampus UAD. makanya.. kuliah? yaa UAD :/ :D
SIMERU itu sistem menejemen ruang. jadi tugas luhur saya itu yaa kira-kira membantu rekan-rekan saya melayani dosen dan mahasiswa terkait ruangan untuk aktivitas perkuliahan, selain itu tugas saya adalah ngisi tinta spidol wkwkkw... eh ngerekap presensi selepas kuliah juga dink..
Naaaaah, kini usaha yang akan dan hendak saya lakukan adalah berjualan online.. sebenernya ini mau aku rintis sejak dini karena untuk persiapan dimasa datang.. aku kan mau jadi ibu-ibu rumah tangga yang hanya berdinas di kantor dari jam 8 sampai jam 1, wkwkkw.. di kantor mana coba yang nerima pegawai kayak aku, yang maunya menentukan jam kerja sendiri.. terserahlah yaa,, itu urusan nanti.
so, aku masih punya banyak waktu dirumah selain mengurus anak dan tentu saja partner hidup.. jadi aku mau coba belajar berjualan online.. dirumah tapi tetep bisa menghasilkan uang.. sembari aku juga sedang memikirkan usaha membuka toko buku, hhee. teeteeeep toko buku.
mungkin bagai saya selaku perempuan berumur 22 tahun, semakin sulit membedakan antara keinginan dengan kebutuhan.. uups, terlalu fulgar jika di istilahkan semacam itu. maksudnya.. beberapa hal yang dulu hanya sekedar menjadi keinginan, kini berubah menjadi kebutuhan. dan hal itu tidak dapat dipungkiri lagi. wkwkkwkw..
contohnya apa?
hhemm.. sebut saja "bedak, foundation, dan farfum"
dulu, semua itu sama sekali tidak melekat didiri saya.. jangankan menjadikannya kebutuhan, memikirkannya saja saya enggan sekali..
dikarenakan sudah semakin terhimpit oleh kebutuhan dan keinginan yang menjadi kebutuhan serta kolaborasi keduanya.. memaksa saya untuk berpikir bagaimana cara pemenuhannya.. ditambah sekarang udah berumur 20 tahun keatas.. haha.. yang menurut asumsi yang berlaku.. anak seusia saya sudah harus bisa menghasilkan uang. yaaaa itung-itung belajar menafkahi diri sendiri sebelum lepas dari orang tuaa.. hhaaayyeeee.. ngeri saya jadinyaa :p
sudah banyak hal sebenernya yang udah aku lakukan.. yaa sebagai bentuk usaha supaya bisa dipercaya sebagai perempuan 22 tahun yang sudah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri ajaa. hahha
sebagai mahasiswa yang mengenyam dan menggeluti pendidikan dibidang kependidikan tepatnya pendidikan fisika, jelas saja aku punya tanggungjawab akademik, moral dan intelektual... (ciiaa bahasanyaa.. gileee..) terhadap pendidikan yang aku tempuh. yaa paling tidak aku bisa menyelesaikan soal-sola fisika, meskipun nggak semua soal bisa terpecahkan. hihiihii..
bukan bermaksud menjaid tenaga pendidikan yang matrelialistis ataupun pendidikan yang tidak mengedepankan panggilan jiwa untuk menyalurkan ilmu. sekarang ini bicara soal realita saja. hahhaa.. guru juga butuh makan, butuh bensin, dan buku buku. sayangnya semua itu harus diperoleh melalui uang. yang kemudian hal itu memotivasi guru untuk giat mengajar eh giat mengais uang di sekolah dink. hahaha.. mulai dari jualan buku, ngeles privat sampai dengan berdagang apa saja di sekolah.. uugghh lalala... kehidupan semakin terlihat keras. huft, :/
menurut penjabaran di atas. aku adalah salah satu calon guru yang memulai karier dengan mengajar les private dari rumah ke rumah.. sebut saja sales ilmu. saya menjual jasa membantu anak-anak yang butuh bantuan dalam menyelesaiakn soal hitungan. hihihii.. #lumayan, setidaknya honor dari les private bisa buat beli sepatu haikheels :p
kemudian aku sempat jadi ustadzah di SMP IT sebagai pengajar ekstra fisika.. hhaaa..
panggil saya "Mba karin" saja jangan "ustazdah".. berat di telinga :p
aahh, usaha saya tidak berhenti sampai disini saja.. perjuangan untuk mendapatkan predikat sebagai "perempuan beranjak dewasa yg bisa menolong diri sendiri" belum usai..
usaha lain yang ku lakukan adalah.. aku menjual buku.. buku apa saja yang menjadi kebutuhan.. pelangganku yaa.. ku paksa saja teman2ku untuk membeli buku. hahaa :D
aku sangat menikmati pekerjaan yang satu ini, tidak ada alasan lain selain karena aku memang suka sekali dengan dunia buku.. mengapa aku memutuskan untuk menggelutinya jugaa, yaaa karena aku suka. sungguh aku suka...
dan aku juga hobii sekali untuk mengunjungi toko-toko buku, liat-liat sambil sholawat biar suatu saat nanti aku punya toko buku sendiri. Aamiin.. terlepas dari semua itu, kesukaannku mengunjungi toko buku karenaa. kareennaaaa.. Aroma buku di sana itu lhooo.. hahaha.. bikin hati galau jadi sembuh. sumpah! ini beneran dan kisah nyata, bahkan sering sekali aku kalo lagi galau obatnya yaa jalan-jalan ke toko buku. sendirian. sulit ku deskripsikan memang bagaiman aroma itu menggelitik hidungku dan kemudian meracuni otakku untuk sesegeran mungkin bangkit dari galau, sesegera mungkin semangat dan seneng lagi.. gileee.. aah, begitulah. setiap orang punya caranya masing-masing bukan.
#jika anda tidak mendapati saya di kediaman saya berhari-hari, mungkin saya sedang bermalam disalah satu toko buku" :O :P
dengan dalih bahwa saya adalah mahasiswa yang mendedikasikan diri untuk almamater dan demi rasa nasionalisme saya kepada almamater serta sebagai bentuk terimakasih saya kepada almamater.. saya memutuskan untuk mendaftar dan membuat lamaran pekerjaan serta dengan ikhlas membeberkan diri saya melalui CV kepada pihak kampus untuk menjadi "babu" kampus. hahahha...
dan hal itu masih sampai sekarang sii,
aku bekerja disalah satu bidang birokrasi kampus. namanya "SIMERU". tau? pasti nggak tau kalo nggak kuliah di kampus UAD. makanya.. kuliah? yaa UAD :/ :D
SIMERU itu sistem menejemen ruang. jadi tugas luhur saya itu yaa kira-kira membantu rekan-rekan saya melayani dosen dan mahasiswa terkait ruangan untuk aktivitas perkuliahan, selain itu tugas saya adalah ngisi tinta spidol wkwkkw... eh ngerekap presensi selepas kuliah juga dink..
Naaaaah, kini usaha yang akan dan hendak saya lakukan adalah berjualan online.. sebenernya ini mau aku rintis sejak dini karena untuk persiapan dimasa datang.. aku kan mau jadi ibu-ibu rumah tangga yang hanya berdinas di kantor dari jam 8 sampai jam 1, wkwkkw.. di kantor mana coba yang nerima pegawai kayak aku, yang maunya menentukan jam kerja sendiri.. terserahlah yaa,, itu urusan nanti.
so, aku masih punya banyak waktu dirumah selain mengurus anak dan tentu saja partner hidup.. jadi aku mau coba belajar berjualan online.. dirumah tapi tetep bisa menghasilkan uang.. sembari aku juga sedang memikirkan usaha membuka toko buku, hhee. teeteeeep toko buku.
AAhhaaaa.. think.think.. bagaimana lagi yaa caranya aku mendapatkan uang halal
hahahhahaa :D
#Salam..
Monday, 1 September 2014
ciiee, mulai nulis lagi :p

terimakasih untuk kadonyaaa, sampai sekarang aku masih menerima kado susulan kok.. hahaha :D
Wednesday, 9 July 2014
sopo wae presiden ne, manut. wis.
aammppuuunnn..
sedikit pun saya enggan sekali berurusan dengan para simpatisan dan pendukung yang sedang menikmati euforia yang terlangsung hingga detik kemarin..
tulisan ini benar-benar tidak ada maksud untuk menyinggung atao menggangung ketentraman kalian yang sedang menikmati indahnya euforia itu..
sungguh, ini hanya sekedar perasaan dibawah alam sadar yang menggerakan jemari saya untuk menuangkan apa yang ada didalam otak dan hati saya ke dalam tulisan..
sekali lagi, jika sampai suatau hari nanti ada seorang budak partai #upzz.. simpatisan dan pendukung maksud saya, yang membaca tulisan ini. mohon jangan di ambil hati dan membawa perkara ini ke meja hijau, anggap saja ini adalah lelucon tidak penting dari salah satu warga indonesia yang kebetulan bermukin di wilayah indonesia yang kebetulan juga sekarang ini sedang pura-pura mengamati fenomena-fenomena spektakuler akhir-akhir ini yang mungkin akan mengalami lonjakan euforia saat-saat mendekati hari H, aah,, sebut saja dengan tanggal 9 Juli.
sungguh, saya menulis ini dengan kerendahan hati saya sebagai seorang warga negara yang minin sekali dengan data-data kongkret dan fakta yang aktual,
sungguh saya menulis ini hanya dengan berdalih bahwa saya adalah seorang mahasiswi, jadi untuk menunjukan intelektualitas saya selaku mahasiswi saya membuat kalimat panjang ini.
sungguh saya menulis ini hanya sebagai curahan hati seorang warga indonesia yang mana, negara saya sedang mengalami kejadian-kejadian aneh di mata saya akhir-akhir ini..
baiklah, saya akan memulai tulisan saya, tapi sebelumnya besarkan jiwa anda saat membaca tulisan ini, berbijaklah membacanya, jangan tersinggung apalagi marah.
ini hanya sekedar subjektifitas belaka :D
bismillah,
saya senang sekali dengan perubahan yang terjadi di bangsa ini, mengalami beberapa masa. dimuali dengan masa orde lama, orde baru sampai dengan masa reformasi. saya salut dengan segala perjuangan yang telah dilakukan oleh setiap orang di negara ini. bagaimanapun cara dan tindakan yang dilakukannyasaya tau tujuannya adalah untuk perbaikan dan kemajuan negara ini. sungguh ini mulia sekali.
bangga pastinya bangsa ini memiliki pribumi yang dengan rela mengorbakan perasaan, jiwa, harta bahkan nyawa demi memperjuangkan apa yang dianggap baik dari sudut mata masing-masing atas negara kesatuan ini. bayangkan apa jadinya negara kita ini jika semua orang berfikir sama melakukan segala hal dengan dalih untuk perubahan banggsa. aah untungnya masih ada segelintir orang-orang yang tidak peduli :D . ini patut untuk kita syukuri. alhamdulillah..
Saya sengaja memposting tulisan ini tepat di tanggal 9 juli dan sudah lewat dari jam 1 siang. hahaha. cari aman. sebenarnya tulisan ini sudah ada sejak tempo hari. namun saya belum mempunyai keberanian untuk mengutarakannya. takut di keroyok.
Saya percaya dengan janji para calon presiden yang selalu dan tidak bosan menggemakan "Perubahan untuk Indonesia". iyaa.. iyaa.. saya percaya Indonesia akan mengalami perubahan, tapi saya tidak bisa menjamin perubahan apa yang ada terjadi.. dan akan berubah menuju apa.. ah entahlah..
Saya cuma tidak habis pikir saja.. kenapa setiap kali perhelatan semacam ini begitu disambut dengan antusias. maksud saya antusia yang lebay. padahal Tuhan sama sekali tidak menyukai hal-hal yang berlebihan..
Tidak hanya media pemberitaan yang lebay memproklamirkan segala hal, para calon presiden pun terlalu nampak wajah manipulasinya yang lebay,, aah terlebih lagi para budak uuppzz.. pendukung partai maksudnya.. lebay. sampai-sampai mempertaruhkan nyawa. ironi sekali bagi saya.
Entahlah, sudah dulu sajalah yaa tulisan ini.. kapan-kapan saya tambahi lagi
bangga pastinya bangsa ini memiliki pribumi yang dengan rela mengorbakan perasaan, jiwa, harta bahkan nyawa demi memperjuangkan apa yang dianggap baik dari sudut mata masing-masing atas negara kesatuan ini. bayangkan apa jadinya negara kita ini jika semua orang berfikir sama melakukan segala hal dengan dalih untuk perubahan banggsa. aah untungnya masih ada segelintir orang-orang yang tidak peduli :D . ini patut untuk kita syukuri. alhamdulillah..
Saya sengaja memposting tulisan ini tepat di tanggal 9 juli dan sudah lewat dari jam 1 siang. hahaha. cari aman. sebenarnya tulisan ini sudah ada sejak tempo hari. namun saya belum mempunyai keberanian untuk mengutarakannya. takut di keroyok.
Saya percaya dengan janji para calon presiden yang selalu dan tidak bosan menggemakan "Perubahan untuk Indonesia". iyaa.. iyaa.. saya percaya Indonesia akan mengalami perubahan, tapi saya tidak bisa menjamin perubahan apa yang ada terjadi.. dan akan berubah menuju apa.. ah entahlah..
Saya cuma tidak habis pikir saja.. kenapa setiap kali perhelatan semacam ini begitu disambut dengan antusias. maksud saya antusia yang lebay. padahal Tuhan sama sekali tidak menyukai hal-hal yang berlebihan..
Tidak hanya media pemberitaan yang lebay memproklamirkan segala hal, para calon presiden pun terlalu nampak wajah manipulasinya yang lebay,, aah terlebih lagi para budak uuppzz.. pendukung partai maksudnya.. lebay. sampai-sampai mempertaruhkan nyawa. ironi sekali bagi saya.
Entahlah, sudah dulu sajalah yaa tulisan ini.. kapan-kapan saya tambahi lagi
Wednesday, 11 June 2014
Menjadi Kakak untuk adik perempuan
Hidupku menjadi berubah tatkala
ia untuk pertama kali menginjakkan kaki di kamarku, ruangan 3x3 beralaskan
marmer putih itu sudah menjadi kediamanku hampir satu tahun ini yang biasa ku
sebut kos. Aku seorang mahasiswi di salah satu universitas swasta di
Yogyakarta, kini adikku menyusulku dengan dalih yang sama yaitu melanjutkan
pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mengingat tidak semua orang
dikampungku bisa mengenyam pendidikan
sampai ke universitas membuat kami bersyukur kepada Allah yang telah memberikan
anugerah kepada kami atas nikmat ini, nikmat untuk melanjutkan sekolah.
Gadis kecil itu kini tiba-tiba
merubah hidupku. Dulu. hampir setiap pagi aku tidak mengawali hari dengan sarapan pagi, aku juga sering bermalas-malasan dulu dipembaringan sebelum aku beranjak dan bergegas melakukan aktivitas. Tapi kini, setiap pagi pikiranku sibuk mencari menu makanan apa yang enak untuk dikonsumsi adikku sebagai sumber energi yang akan digunakannya untuk memulai aktifitas, aku juga jadi terpaksa melakukan aktivitas terlebih dahulu sebelum ia bangun dari tidurnya.
Perubahan signifikan yang mendadak harus ku alami adalah menjadi sosok yang dewasa dan bijaksan di hadapannya. kurang lebih selama 3 tahun aku tidak berjumpa dengannya, atau lebih tepatnya ketika ia mengalami masa-masa ABG (saat sedang sekolah menengah atas) sama sekali aku tidak berada disampingnya. aku hanya sekedar mendapat infomarsi dari ibuku akan perkembangan gadis bungsu kami ini. jarak antara Pagaralam (Sumsel) dengan Yogyakarta memang tidak begitu jauh, tapi karena keterbatasan finansial membuat aku jarang sekali pulang kampung
Perubahannya dari gadis belia kini menjadi gadis remaja yang mengalami kelabilan emosi membuatku harus benar-benar dewasa menyikapi setiap tingkahnya. Terkadang kesibukan aktivitasku sehari-hari membuat emosiku juga tidak stabil lantaran kelelahan hingga terkadang aku juga terbawa emosi dengan segala pertanyaan nggak penting yang di utarakan karena membuat suasana semakin riweh.
Pernah sebuah kejadian waktu itu aku baru pulang dari bekerja jam setengah 6 sore waktu sudah mendekati untuk sholat maghrib, aku pulang dengan membawa segunung keletihan. setelah sholat maghrib kami janjian untuk makan malam bersama, ini adalah makan malam pertama adikku di yogya dengan suasana berbeda yaitu makan malam diluar. Setelah menunaikan sholat maghrib aku siap-siap dia juga ikut siap-siap, memilah-milah baju yang hendak dikenakan. cocok nggak mba kalo aku pakai baju ini? tanyanya sambil memasangkan baju di badannya. kurang cocok, terlalu glamor, pakai yang ini aja lebih simple, kita kan cuma mau makan malam jawabku. seketika ia merespon jawabanku dengan nada kesal dan muka cemberut sambil menggerutu "terlalu glamor po? yaudah, aku harus pake baju yang mana? kenapa yang itu? aku nggak suka, uuh". Sejenak aku menarik nafas panjang dengan tingkahnya ini, sambil pura-pura bijaksana sembari menguasai diri dan emosi aku melanjutkan aktivitasku memakai jilbab kemudian menyalakan motor.
sampai pada suatu ketika ia sempat-sempatnya mengirim pesan singkat padaku yang sedang bekerja hanya dengan pertanyaan "Mbak, aku pergi ke universitas mengambil kartu tanda pesertanya nggak papa kan pake celana hitam?"
Tidak hanya menjadi tugas kedua orang tua, sebagai seorang kakak kita juga turut andil dalam proses perkembangan adik kita baik secara emosi, tingkah laku, pengetahuan dan juga mentalnya. kita juga bertanggujawab dengan segala proses yang dialaminya. menjaga adik perempuan bukanlah suatu pekerjaan mudah, tapi bukan berarti sulit untuk dilakukan.
Namun, terlepas dari itu semua sejak ia berada disini bersamaku, membuat aku selalu ingin cepat pulang karena ia selalu membuat aku rindu untuk melakukan aktivitas bersama.

Subscribe to:
Posts (Atom)